Masuk Daftar Hitam, Xiaomi Layangkan Gugatan ke Amerika

- Senin, 1 Februari 2021 | 15:10 WIB
Logo Xiaomi (dok)
Logo Xiaomi (dok)

JAKARTA, AYOBEKASI.NET – Departemen Pertahanan dan Keuangan Amerika Serikat memasukan Xiaomi dalam daftar hitam perusahaan yang dilarang berinvestasi di negara itu.

Masuk daftar hitam ini tentu membuat pihak Xiaomi meradang dan kekinian mengajukan tindakan gugatan hukum terhadap Amerika Serikat agar menghapus dari daftar hitam.

Pada pertengahan Januari, Departemen Pertahanan menambahkan Xiaomi ke dalam daftar yang menuduh perusahaan itu sebagai perusahaan milik militer komunis China (CCMC).

Dilansir dari ZDNET, Senin (1/2) dalam pengaduan hukum, Xiaomi mengatakan telah mengajukan gugatan karena tuduhan itu menyebabkan “kerugian langsung dan tidak dapat diperbaiki bagi Xaiomi”. Salah satu kerugiannya yakni memutus akses Xiaomi ke pasar modal Amerika Serikat (AS).

Pembatasan ini juga akan mengganggu hubungan bisnis dan kemampuan perusahaan untuk melakukan dan memperluas bisnisnya. Selain itu, daftar hitam dari AS juga bisa merusak reputasi dan niat baik di antara mitra bisnis dan konsumen, baik di AS maupun di seluruh dunia.

Perusahaan yang ditempatkan di daftar CCMC tunduk pada perintah eksekutif Donald Trump yang mulai berlaku pada November tahun lalu. Perintah eksekutif melarang orang atau perusahaan AS untuk berdagang dan berinvestasi di salah satu perusahaan yang terdaftar, dan melarang perdagangan di perusahaan baru mana pun setelah AS telah menempatkan label CCMC pada mereka.

Akibatnya, orang-orang di AS tidak lagi dapat membeli sekuritas Xiaomi yang diperdagangkan secara publik atau turunannya dari sekuritas tersebut mulai 15 Maret dan seterusnya. Orang-orang yang sudah terlanjur membeli sekuritas Xiaomi juga harus melepaskan kepemilikan apapun sebelum 14 Januari tahun depan.

Xiaomi dalam pengaduan tersebut juga menuduh departemen AS melabeli perusahaan tersebut sebagai CCMC tanpa memberikan penjelasan yang beralasan.

Gugatan itu menyusul Xiaomi yang merilis pernyataan bulan lalu yang menyatakan tidak memiliki hubungan dengan militer China.

Halaman:

Editor: Budi Cahyono

Tags

Terkini

Triwulan II 2021, Total Aset bank bjb Tumbuh 20%

Kamis, 5 Agustus 2021 | 17:05 WIB
X