Dampak Covid-19, Pengangguran di Jatim Bertambah 300 Ribu Orang

- Senin, 25 Januari 2021 | 12:05 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

SURABAYA, AYOBEKASI.NET -- Sejumlah sektor di Indonesja terkena dampak Pandemi Covid-19. Dalam dunia kerja, tak sedikit pula pekerja yang dirumahkan, begitu juga perusahaan yang terancam pailid akibat hantaman pagebluk. 

Begitu pula di Jawa Timur (Jatim), angka pengangguran turut meningkat selama pandemi. Hal tersebut pun tertuang dalam catatan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jatim. 

Data yang diperoleh AyoSurabaya.com menyebut, angka pengangguran selama 2020 mengalami peningkatan signifikan. Berdasarkan data, angka pengangguran di Jatim meningkat 5,26%, setara 1,3 juta orang. 

AYO BACA : Naik Tipis, Harga Emas Antam Rp958.000 per Gram (25 Januari)

Kepala Disnakertrans Jatim Himawan Estu Bagijo mengatakan, ada penambahan ratusan ribu pengangguran baru selama pandemi. “Dari jumlah pekerja 8 juta lebih, ada penambahan 300 ribu pengangguran,\" kata Himawan, Senin (25/1/2021). 

Himawan menambahkan, ratusan ribu angka pengangguran tersebut didominasi lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Menurutnya, sebelum pagebluk, pengangguran di Jatim hanya sebesar 3,6%. 

Ia menjelaskan, sejumlah pekerja yang putus kerja selama pandemi tersebut belum bisa berangkat menjadi pekerja migran. 

AYO BACA : Pergerakan Rupiah Melemah Rp14.055 per Dolar AS

“Jumlah pengangguran juga didukung dari sektor migran,\" bebernya. 

Halaman:

Editor: Budi Cahyono

Tags

Terkini

Triwulan II 2021, Total Aset bank bjb Tumbuh 20%

Kamis, 5 Agustus 2021 | 17:05 WIB
X