BPOM Rilis Daftar 53 Obat Tradisional, Suplemen, dan Kosmetika Mengandung Bahan Kimia Terlarang

- Kamis, 14 Oktober 2021 | 07:44 WIB
BPOM Rilis Daftar 53 Obat Tradisional, Suplemen, dan Kosmetika Mengandung Bahan Kimia Terlarang/ilustrasi (pixabay)
BPOM Rilis Daftar 53 Obat Tradisional, Suplemen, dan Kosmetika Mengandung Bahan Kimia Terlarang/ilustrasi (pixabay)

Ephedra sinica merupakan salah satu bahan dilarang dalam Obat Tradisional dan Suplemen Kesehatan sesuai Peraturan Kepala Badan POM Nomor HK.00.05.41.1384 Tahun 2005 tentang Kriteria dan Tata Laksana Pendaftaran Obat Tradisional, Obat Herbal Terstandar dan Fitofarmaka serta Peraturan Badan POM Nomor 11 tahun 2020 tentang Kriteria dan Tata Laksana Registrasi Suplemen Kesehatan.

Membahayakan Kesehatan

Berdasarkan hasil kajian yang melibatkan para ahli dan beberapa asosiasi profesi kesehatan, produk obat tradisional yang mengandung Ephedra  sinica  tersebut tidak menahan laju keparahan, tidak menurunkan angka kematian dan tidak mempercepat konversi swab test menjadi negatif.

Penggunaan Efedra malah dapat membahayakan kesehatan, yaitu mempengaruhi sistem kardiovaskuler, bahkan dapat menyebabkan kematian.

Di samping kedua jenis BKO tersebut, juga ditemukan BKO seperti temuan di tahun-tahun sebelumnya, antara lain Sildenafil Sitrat dan turunannya, Tadalafil, Deksametason, Fenilbutason, Alopurinol, Prednison, Parasetamol, Asetosal, Natrium Diklofenak, Furosemid, Sibutramin HCl, Siproheptadin HCl, dan Tramadol.     

Selain temuan obat tradisional tersebut, temuan terhadap kosmetika juga menjadi perhatian BPOM karena berbahaya terhadap kesehatan.

Sementara itu, untuk produk kosmetika, temuan bahan dilarang atau bahan berbahaya didominasi oleh Hidrokinon dan pewarna dilarang, yaitu Merah K3 dan Merah K10.

“Penggunaan kosmetika yang mengandung Hidrokinon dapat menimbulkan iritasi kulit, kulit menjadi merah dan rasa terbakar, serta ochronosis (kulit berwarna kehitaman). Pewarna Merah K3 dan Merah K10 merupakan bahan yang berisiko menyebabkan kanker (bersifat karsinogenik)”, lanjut Reri Indriani.

BPOM juga menindaklanjuti temuan berdasarkan laporan beberapa otoritas pengawas obat dan makanan negara lain. Berdasarkan laporan tersebut, diketahui sebanyak 202  obat tradisional dan suplemen kesehatan mengandung BKO dan sebanyak 97 (kosmetika mengandung bahan dilarang/bahan berbahaya.

Semua produk yang dilaporkan melalui mekanisme laporan dari otoritas pengawas obat dan makanan negara lain tersebut merupakan produk yang tidak terdaftar di Badan POM.

Halaman:

Editor: Eries Adlin

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Wali Kota Bekasi Lantik Direksi PT Sinergi Patriot

Selasa, 19 Oktober 2021 | 07:38 WIB

Ratusan Peserta Meriahkan Pasundan Ride bank bjb 2021

Selasa, 12 Oktober 2021 | 17:12 WIB

bank bjb Sabet Tiga Penghargaan TOP GRC Award 2021

Kamis, 7 Oktober 2021 | 18:18 WIB

Begini Syarat dan Ketentuan Vaksinasi di Mal

Rabu, 6 Oktober 2021 | 07:07 WIB
X